DARI SABUA HINGGA BETON
(CERITA PERJALANAN HIDUPKU)
Masa kecil aku habiskan di sebuah desa Kulaba (sekarang berstatus kelurahan). ayah ku bernama Lukman Robo, dan Ibu ku bernama Nuraen Hadadi. selama 8 tahun aku dan keluargaku hidup terpisah dari pemukiman warga pada umumnya, kami tinggal di sebuah dusun bisa dikatakan seperti itu orang-orang setempat mengatakan dusun itu dengan sebutan Kusu, atau dalam bahasa Indonesianya adalah Alang - alang karena pada waktu itu daerah sekita kami tinggal banyak sekali alang-alang yang tumbuh. Ayaku seorang tuna daksa dan juga sumbing bibirnya. Kami tinggal kusu di dengan rumah yang biasa di sebut dengan sabua (rumah yang terbuat dari papan atau pun bambu yang dicincang) dengan konstruksinya dari kayu namun seperti rumah bertingkat namun lantainya bukan di tanah tetapi agak tinggi dari permukaan tanah.
Aku mempunyai lima bersaudara namun ketika kami masih tinggal di sabua itu kami hanya tiga bersaudara, umur kami terpaut 2 tahun. ayah ku bekerja sebagai seorang tukang batu dan ibuku seorang petani.
Rumah sabua yang kami tempati dari tahun 1995 - 2003, kami mendirikan rumah beton di tengah-tengah pemukiman warga masyarakat kulaba. Pada tahun 11 Juli 2003 kami resmi menempati rumah beton kami di RT 02 RW. 01 hingga sekarang walaupun belum permanen sepenuhnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar